Presiden Prabowo Larang Bakar Hutan! Fasilitasi Teknologi Modern untuk Buka Lahan

Jakarta, Postindonesia.com – Pemerintah tegas menolak praktik pembakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai cara membuka lahan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap nol toleransi, khususnya bagi korporasi yang lahannya terbakar.
Hal ini ditegaskan Menko Polhukam Budi Gunawan usai memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Jakarta, Sabtu (2/8). Rapat dihadiri menteri terkait, TNI, Polri, BNPB, dan BMKG.
“Tidak ada toleransi untuk pembakaran hutan! Namun, Presiden justru memfasilitasi penuh pembukaan lahan dengan teknologi modern ramah lingkungan,” tegas Budi Gunawan.
Presiden menginstruksikan pemerintah menyediakan alternatif teknologi bagi masyarakat dan perusahaan, berupa:
1. Penyediaan alat berat modern.
2. Teknologi land clearing ramah lingkungan.
3. Bantuan teknis dari kementerian terkait.
“Kami pahami kebutuhan lahan untuk ekonomi, tapi bakar hutan bukan solusi. Presiden berkomitmen berikan akses teknologi yang efisien dan tidak merusak,” jelas Menko Polhukam.
Program bantuan teknologi ini akan diprioritaskan di daerah rawan seperti Kalbar dan Kalteng, disertai pendampingan bagi petani dan pelaku usaha.
Sinergi Sukses Tekan Karhutla
Budi Gunawan mengapresiasi kinerja Desk Koordinasi Karhutla. Berkat sinergi BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, dan BMKG, hotspot turun drastis dibandingkan tahun 2024.
Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu: modifikasi cuaca (TMC), water bombing, pemadaman darat, dan deteksi dini satelit.
Kesiapsiagaan Penuh Hingga Kemarau Berakhir
Pemerintah menjamin kesiapsiagaan penuh hingga musim kemarau aman terlampaui. Tujuannya: penanganan cepat, udara terjaga, dan tak ada lagi komplain asap dari negara tetangga.
“Target kita jelas: tidak ada lagi komplain asap dari negara tetangga. Ini komitmen diplomasi dan tanggung jawab regional kita,” tegas Budi Gunawan.
BMKG akan terus pantau cuaca dan berikan peringatan dini. Koordinasi antar-daerah juga diperkuat untuk respons cepat.
Keberhasilan tahun ini diharapkan jadi model berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Indonesia turunkan emisi dan lindungi lingkungan.
Red/Hr
Baca Juga ;
Revolusi Digital! 1 Jam Bisa Berdiri 1.000 Koperasi Merah Putih Berkat Inovasi AHU