Spirit Sofar 1447 H, Langkah Perubahan dan Introspeksi Diri

Surabaya, PosIndonesia.com,- Spirit Sofar 1447 Hijriyah terdengar dalam lantunan dzikir yang menggema indah dari Pondok Pesantren Ma’had Nurul Qur’an Alqolam (MNQ-Alqos), berbisik lirih mengisi ruang hati setiap insan.
Pondok Pesantren di tengah Jl. Mleto No. 15, Sukolilo, Surabaya, memancarkan kilauan cahaya spiritual yang menyejukkan hati mengingatkan kita akan hakikat hidup hakiki untuk selalu berusaha menghindari kerusakan dan menebar kebaikan.
KH. M. Ali Misbahul Munir, Pimpinan dan sekaligus pengasuh pondok menuturkan, momentum bulan Sofar 1447 Hijriyah ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali merenungi arah hidup dan nilai-nilai kemaslahatan dalam kehidupan umat.
“Jangan membuat masalah. Berusahalah menebar maslahah”
Kalimat pendek ini menjadi pesan utama dalam perenungan. Pesan ini seakan mengetuk hati setiap muslim untuk selalu mawas diri, agar tidak menjadi bagian dari kerusakan, tetapi justru menjadi sumber kebaikan dan manfaat bagi orang lain.
Bila direnungkan lebih dalam mengandung makna perubahan, introspeksi dan langkah menuju perbaikan diri. Di dalam dunia yang penuh dinamika, seringkali manusia lebih cepat menyulut persoalan daripada untuk menawarkan solusi.
Dalam Islam, maslahah berarti segala sesuatu yang membawa kemanfaatan, menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dan itu adalah ruh dalam syari’at.
Syariat Islam sendiri berdiri di atas prinsip maslahah. Ketika seseorang menjauhi perbuatan yang merugikan, dan memilih menebar manfaat di situlah ajaran Islam hidup dan berfungsi nyata dalam setiap nadi kehidupan sosial.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-A’raf: 56)
Spirit Sofar 1447 Hijriyah, dibangun oleh Kyai M. Ali Misbahul Munir, untuk meraih harapan akan bimbingan Ilahi. Agar setiap langkah hidup senantiasa dipenuhi dengan keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat.
Dalam doanya yang khusyuk dan penuh harap, dilantunkan:
“Ya Robbana, Ya Robbana, Ya Robbana, Ya Robbana, Ya Hadi, Ya Rosyid, Ya Muhaimin, Ya Salam, Ya Lathif, Ya Hafidz. Senantiasa bimbing, jaga dan selamatkan kami semua. Birohmatika Ya Arhamar Rohimin”.
Sebuah permohonan tulus yang tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga sebagai bentuk ketundukan total bahwa segala urusan hidup harus dikembalikan kepada-Nya, Sang Pengatur segala.
Allah adalah Al-Hadi, yang maha memberi petunjuk, Ar-Rosyid, maha membimbing dengan Hikmah, dan As-Salam, sumber kedamaian.
Bulan Sofar sering dipandang sebagian masyarakat sebagai waktu yang penuh ujian, namun KH. M. Ali Misbahul Munir mengajak untuk membalik stigma itu dan menjadikan Sofar sebagai bulan untuk peningkatan amal, bukan ketakutan.
Mari isi hari-hari Sofar ini dengan niat yang baik, langkah yang penuh manfaat, dan hati yang bersih dari hasrat menciptakan masalah. Karena dalam setiap langkah hidup, kita sedang ditulis dalam catatan amal.
Pastikan tinta yang tertulis adalah catatan kebaikan. Sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama. Jadilah pembawa maslahah di mana pun kita berada.
Catatan dakwah KH. M. Ali Misbahul Munir
Pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Nurul Qur’an Alqolam (MNQ-Alqos), Surabaya.
Warsono