Mengenang Jejak Sang Maestro: Dwianto Setyawan, Pemikir Industri Sastra dan Inspirasi Abadi

Tidak mudah menjadi tokoh seperti ini. Ia membuktikan bahwa manajemen otak lebih utama daripada bakat semata, seperti yang ditekankan Tom Nichols dalam The Death of Expertise, bahwa pendidikan bukan sekedar informasi, melainkan pembelajaran kritis.
Disiplin, Kerja Keras, dan Pikiran Kritis: Triad Kesuksesan
Banyak yang berpikir bahwa sukses di bidang seni hanya soal bakat atau inspirasi. Namun, Dwianto menggemakan mantra yang sederhana namun mendalam: kerja keras, cerdas, dan disiplin. Bila berpikir saja sulit, sebagaimana kata Carl Jung, maka meneguhkan pikiran agar tetap fokus adalah kunci. Kedisiplinanlah yang membuka jalan dari kemacetan ide menuju karya yang bernilai.
Kisah Dwianto juga mengingatkan kita bahwa hidup penggiat seni bukan jalan mulus tanpa rintangan. Dulu masyarakat Desa Batu memandang profesi penulis dan seniman lukis sebagai pilihan “tidak menguntungkan.” Namun dengan kerja cerdas, Dwianto berhasil membangun bukan hanya rumah, tapi juga ekosistem seni yang bernilai ekonomi bagi komunitasnya.